blogpost1

Sekarang Waktu yang Tepat untuk Beli Rumah

Millenniumcity.co.id, Tangerang Untuk memberikan stimulus ekonomi di tengah lesunya perekonomian Indonesia akibat pandemi COVID-19, Pemerintah Indonesia melalui Bank Indonesia (BI) telah beberapa kali menurunkan suku bunga acuan perbankan hingga 4%. Hal ini tentu memiliki dampak terhadap besaran biaya KPR yang harus dikeluarkan oleh konsumen perumahan. Seperti apa dampak penurunan acuan suku bunga yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia? Menurut Vice President Coldwell Banker Dani Indra Bhatara, Dengan suku bunga bunga acuan Bank Indonesia, Bunga Bank Penyedia KPR juga dapat diturunkan bergantung pada strategi masing-masing Bank penyedia KPR, namun lanjutnya biasanya Bank akan segera mengikuti suku bunga acuan baru apabila kondisi kredit memang terkendala. Perlu diketahui juga, bahwa KPR yang dapat masyarakat ambil memiliki dua sistem acuan bunga. Pertama KPR dengan acuan bunga fixed rate, yang artinya konsumen akan diberikan suku acuan bunga di mana penyicil memulai KPRnya sesuai acuan bunga yang berlaku. Artinya jika Anda mulai menyicil pada hari ini, maka Anda akan mendapatkan bunga cicilan berdasarkan rata-rata perubahan suku bunga acuan di kurangi suku bunga aktual hari ini. Menurut perhitungan kami, ketika Anda mengambil sebuah KPR maka Anda akan mendapatkan bunga di bawah 5% padahal bunga KPR paling rendah selama satu decade yang lalu adalah 5,5%. Namun jika Anda yang mengambil KPR dengan acuan bunga float rate, maka Anda akan langsung menikmati penurunan cicilan dengan acuan suku bunga yang baru. Untuk jangka panjang, hal ini akan mempengaruhi minat pembeli rumah. Masih menurut Dani Indra Bhatara jika Bank penyalur KPR mampu menurunkan bunga cicilan KPR secara bersama, maka hal ini akan memmacu minat pembeli rumah untuk mendapatkan KPR sehingga penjualan perumahan akan meningkat dan harga kemari merangkak naik secara signifikan. Hal tersebut tentu saja merupakan peluang yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Dalam skrenario KPR manapun, bunga cicilan KPR yang ditawarkan oleh penyedia KPR akan memberikan keuntungan bagi Anda. Padahal, kondisi pandemi seperti hari ini adalah kondisi abnormal yang tidak akan bertahan lama, dan investasi rumah merupakan investasi yang panjang sehingga penurunan harga saat ini akan dikompensasi oleh kenaikan harga rumah di masa yang akan datang. Ini adalah peluang yang bisa Anda dapatkan dalam berinvestasi rumah. Millennium City sendiri menawarkan promo KPR dengan bunga terendah yaitu 5,5% sebelum kebiajakan Bank Indonesia saat ini. Artinya, Millennium City memberikan kemudahan kepada konsumen rumah untuk membeli perumahan dengan harga yang paling kompetitif, padahal Millennium City merupakan perumahan kawasan kota baru di Serpong Selatan yang memiliki tingkat kenaikan harga yang tinggi. Terdapat perbedaan signifikan antara perumahan di lokasi residensial dan lokasi kota baru. Menurut Managing Director Lamudi, kenaikan rumah di wilayah kota baru memiliki kecepatan kenaikan 14% dari perumahan residensial. Hal inilah yang akan menjadi kunci keuntungan di Millennium City. Dengan harga yang cukup kompetitif untuk rumah kelas menengah atas yang harganya dibawah 1 Milyar, maka kenaikan hingg angka tersebut dapat Anda raih dengan lebih cepat karena perumahan kawasan kota baru mengalami kenaikan yang lebih cepat. Millennium City sendiri adalah perumahan terbaru yang mengusung konsep smart city dengan fasilitas pendukung untuk meningkatkan kenyamanan penghuni. Terlihat dari pengembangan tata kota dengan jalur pedestrian hingga 4 meter dan jalur kendaraan double line seluas 38 meter. Padahal standar perumahan hanya mewajibkan 2 meter jalur pedestrian dan 31 meter jalur kendaraan. Selain itu banyak terdapatnya taman dan ruang terbuka hijau memberikan suasana lebih asri dan lebih segar untuk penghuni. Sekaranglah waktu yang tepat untuk investasi di Millennium City (ADR).