blogpost1

Tips Membeli Rumah Bagi Keluarga Muda

Millenniumcity, Serpong Membeli rumah pasti terdapat dalam daftar prioritas para pasangan muda, yang baru menikah. Tapi tentu Anda tahu bila urusan membeli rumah, apalagi untuk pertama kali, bukanlah perkara mudah. Anda perlu sering berdiskusi dengan pasangan, juga mengumpulkan banyak informasi dan mencari beragam tips membeli rumah sebelum memutuskan untuk membeli rumah yang diinginkan. Jangan sampai karena kurangnya perencanaan, hitungan, serta informasi, bangunan yang semestinya menjadi rumah idaman, malah menjadi tempat tinggal yang tidak nyaman. Anda bisa mengikuti tips membeli rumah di bawah ini: Hitung dengan Teliti Urusan beli rumah adalah urusan jangka panjang. Pada tips membeli rumah yang pertama ini, Fox Business menyarankan Anda untuk menghitung secara cermat berapa ongkos dan biaya yang akan dikeluarkan secara total untuk rumah baru itu. Hitungan tersebut termasuk uang muka, besaran uang cicilan per bulan, pajak, bunga jangka panjang, asuransi, dan utilitas lainnya, mulai dari pemasangan infrastruktur, ongkos pulang pergi, atau ongkos-ongkos perbaikan yang diperlukan. Riset dan Bandingkan Sumber Pinjaman Jika Anda memilih membeli rumah dengan sistem cicilan atau KPR, jangan lelah untuk riset dan membandingkan tawaran KPR yang disediakan oleh beberapa bank. Masih dari Fox Business, upayakan Anda menghitung tawaran bunga pinjaman secara teliti. Terutama soal skema yang dipilih, apakah menggunakan bunga tetap, fluktuatif, dan lainnya. Jangan ragu juga bertanya soal fasilitas pinjaman yang bisa diberikan oleh bank kepada Anda. Pastikan Rekam Jejak Kredit yang Baik Anda harus sangat memperhatikan tips ini, agar mudah memperoleh pinjaman atau kredit. Proses KPR dan pencairan pinjaman dana bisa jadi berbelit jika Anda memiliki riwayat pelunasan utang yang buruk sebelumnya. Terutama untuk Anda yang pernah bermasalah dengan kartu kredit atau kredit tanpa agunan sebelumnya. Anda harus memastikan sudah membereskan masalah utang atau tidak memiliki beban utang yang tinggi sebelum mengajukan kredit rumah. Sebab penyedia dana akan selalu melihat dan menghitung rasio utang Anda. Jika terlalu tinggi, maka akan makin rendah kemungkinan persetujuan pinjaman untuk membeli rumah. Baca Kontrak Secara Cermat Anda haruslah sangat cermat dalam membaca berbagai macam kontrak atau surat-menyurat dan dokumen. Baik kontrak yang disediakan peminjam dana atau agen penjual rumah Anda. Jika ada istilah yang tidak Anda mengerti, tanyalah sampai jelas. Sementara bila ingin mengubahnya, gunakanlah hak Anda untuk bernegosiasi. Apabila agen atau bank masih keberatan menjelaskan, banyak pakar merekomendasikan agar Anda mengganti bank atau agen tersebut. Sebab masih banyak yang ingin menjalin transaksi secara lebih terbuka dengan Anda. Survey dan Pelajari Lingkungan Rumah Perlu diingat bahwa rumah yanbg akan Anda tempati nantinya adalah untuk membesarkan anak dan keluarga Anda. Pastikan Anda sudah survei ke lokasi dan mengetahui secara pasti calon lingkungan maupun tetangga Anda nantinya. Sesuaikan dengan pola hidup yang Anda impikan bersama keluarga nantinya. Jangan Lupa Perangkat Rumah Sisihkan sebagian biaya untuk membeli perangkat da nisi rumah. Tips membeli rumah yang satu ini memang terlihat simple, namun tidak kalah penting. Setidaknya Anda menyiapkan sekitar Rp100 juta untuk mengisi rumah atau bisa lebih rendah jika Anda memprioritaskan barang-barang tertentu, seperti tempat tidur, kamar mandi, dan dapur. Jangan sampai sesudah memiliki rumah tapi tidak bisa mengisinya. Pisahkan Anggaran Pengeluaran Tips selanjutnya adalah memisahkan dan mengkategorikan pengeluaran sebagai pasangan. Kategori dipisah dalam tiga kelompok yakni; survival, liveable, dan comfortable. Dengan begitu Anda dan pasangan tidak akan tergoda untuk pengeluaran tidak perlu dan bisa tetap mencicil rumah. Jangan Menunggu Pasar Pergerakan pasar property serba tak pasti. Jangan pernah menunggu pasar turun atau suku bunga turun. Jika nilai rumahnya memang cocok dan masuk hitungan Anda, jangan ragu untuk membeli. Jika terlalu lama menunggu kondisi ekonomi yang serba tak pasti, bisa jadi Anda kehilangan kesempatan memiliki rumah terbaik. Besar Bukan Berarti Lebih Baik Memilih rumah pada intinya adalah menyesuaikan. Jadi jangan terpaku pada ukuran yang besar. Lihat lingkungan Anda baik-baik, jika rumah besar itu adalah satu-satunya di sana, kemungkinan untuk laku dijual kembali dengan harga tinggi sangatlah kecil. Hindari Emosi Saat Memilih Tips membeli rumah yang terakhir, namun tak kalah penting adalah selalu mengingat bahwa Anda sedang memilih rumah, bukan mengencaninya. Jadi jangan terpikat hal-hal emosional seperti halaman belakang yang bagus, cat yang menarik, dan hal lain yang sifatnya personal. Bagaimana pun rumah adalah salah satu bentuk investasi jangka panjang, nilainya ditentukan dari lokasi, struktur, dan hal lain yang bisa membuat nilai rumah semakin naik. (EC)